Tuesday, 5 May 2015

Kumbakumba

Ditya KUMBA KUMBA adalah putra sulung Arya Kumbakarna dengan Dewi Aswani. Ia mempunyai seorang adik laki-laki bernama Aswanikumba. Kumbakumba tinggal berasama orang tuanya di kesatrian/negara Leburgangsa, wilayah negara Alengka.


Kumbakumba memiliki sifat dan perwatakan; pemberani, jujur, setia dan patuh. Pada saat pecah perang Alengka, negara Alengka diserang oleh balatentara kera Prabu Rama di bawah pimpinan Prabu Sugriwa, raja kera dari Gowa Kiskenda dalam upaya membebaskan Dewi Sinta dari sekapan Prabu Dasamuka, Kumbakumba masih kanak-kanak. Atas perintah Prabu Dasamuka, ia maju ke medan peperangan karena ayahnya, Kumbakarna sedang tapa tidur tidak bisa dibangunkan.

Kumbakumba sangat sakti dan tak tertandingi oleh senapati perang lawan. Tapi akhirnya ia gugur dalam pertempuran melawan Anoman.
Baca Selengkapnya..

Aswanikumba

Ditya ASWANIKUMBA adalah putra kedua Arya Kumbakarna dengan Dewi Aswani .Ia mempunyai kakak kandung bernama Kumba-Kumba. Aswanikumba tinggal bersama orang tuanya di kesatrian/negara Leburgangsa, wilayah negara Alengka.


Aswanikumba sangat sakti.

Memiliki sifat dan perwatakan; pemberani, jujur, setia dan sangat patuh. Pada saat pecah perang besar Alengka, negara Alengka diserang oleh balatentara kera Prabu Rama di bawah pimpinan Prabu Sugriwa, raja kera dari Gowa Kiskenda dalam upaya membebaskan Dewi Sinta dari sekapan Prabu Dasamuka, Aswanikumba masih kanak-kanak. Atas perintah Prabu Dasamuka, Aswanikumba maju ke medan perang karena ayahnya, Kumbakarna sedang tidur dan tak bisa dibangunkan. Aswanikumba tewas dalam pertempuran melawan Leksmana. Mati oleh panah sakti Surawijaya.
Baca Selengkapnya..

Trinetra

TRINETRA adalah salah seorang anak Prabu Dasamuka/Rahwana yang lahir dari salah seorang selir. 



Sesuai namanya, Trinetra mempunyai tiga mata. Satu mata yang terletak dikening bila marah bisa memancarkan api yang bisa membinasakan musuhnya.
Baca Selengkapnya..

Dewi Sayempraba

DEWI SAYEMPRABA adalah putri Prabu Wisakarma, raja raksasa negara Kotawindu dengan permaisuri Dewi Merusupami atau Dewi Sumeru (Mahabharata), salah seorang keturunan Sanghyang Taya..Dewi Sayempraba berwajah cantik, berpenampilan halus dan sopan santun, tapi dalam hatinya terkandung sifat kejam dan senang mencelakakan orang lain. Setelah kedua orang tuanya meninggal dan istana Kotawindu dihancurkan Bathara Indra, Dewi Sayempraba tetap tinggal di bekas reruntuhan istana yang kemudian dikenal dengan nama Gowawindu, yang terletak di lereng gunung Warawendya.
Selain sakti dan dapat beralih rupa menjadi apa saja yang dikehendaki, Dewin Sayempraba juga ahli aklam soal racun, dan menjadi orang kepercayaan Prabu Dasamuka/Rahwana, raja negara Alengka. Dengan mantra racunnya, Dewi Sayempraba pernah membuat buta mata Anoman dan laskar kera Gowa Kiskenda tatkala mereka tersesat masuk kawasan Gowawindu dalam perjalanan menuju negara Alengka. Kebutaan Anoman dan laskar keranya dapat disembuhkan kembali oleh Garuda Sempati yang memiliki mantra penawar racun ajaran Resi Rawatmaja.

Akhir riwayat Dewi Sayempraba diceritakan; setelah berakhirnya perang Alengka, ia kemudian diperistri oleh Anoman yang merasa kecewa karena gagal memperistri Dewi Trijata. Dewi Sayempraba meninggal tanpa mempunyai keturunan. Jenasahnya dimakamkan di dalam istana Gowawindu.
Baca Selengkapnya..

Trimuka

Ditya TRIMUKA adalah putra Prabu Dasamuka/Rahwana, raja negara Alengka dengan Dewi Wisandi adik Prabu Wisakarma dari Gowawindu. Ia lahir kembar bersama saudaranya bernama Trikaya. Ditya Trimuka juga mempunyai beberapa orang saudara seayah lain ibu diantaranya bernama Indrajid/Megananda dari Ibu Dewi Tari, Pratalamariyam/Bukbis dari ibu Dewi Urangayung, Saksadewa dari ibu Dewi Satiwati dan Trisirah dari ibu Dewi Tisnawati.


Ditya Trimuka sangat sakti dan ahli menggunakan senjata racun. Trimuka bersama saudara kembanya, Trikaya, merupakan saudara satu guru sehingga hidup dalam satu jiwa. Apabila salah satu dari mereka mati dan mayatnya dilangkahi oleh yang masih hidup, maka yang mati akan hidup kembali.


Pada waktu pecah perang Alengka, negara Alengka diserang balatentara kera Prabu Rama di bawah pimpinan Prabu Sugriwa, raja kera dari Gowa Kiskenda, dalam upaya membebaskan Dewi Sinta dari sekapan Prabu Dasamuka, secara bersama-sama Trimuka dan Trikaya tampil senapati perang Alengka. Sepak terjang mereka sangat ganas, menakutkan dan tak tertandingi lawan. Hanya karena petunjuk Arya Wibisana yang mengetahui rahasia hidup wati mereka, Anoman akhirnya dapat membunuh kedua raksasa kembar tersebut. Kepala Trmuka diadu kumba (saling dibenturkan) dengan kepala Trikaya hingga pecah. Kedua raksasa kembar itu mati secara bersamaan
Baca Selengkapnya..